REKONSTRUKSI AKUNTABILITAS NAZHIR BERBASIS AMANAH: MODEL TATA KELOLA WAKAF KONTEMPORER

Penulis

  • Muhammad Arief Munandar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Penulis
  • Muhibussabri Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Penulis

Kata Kunci:

Accountability, Trustworthiness, Maqasid of Sharia, Nazhir, Waqf Governance

Abstrak

This study aims to analyze the concept of amanah as the basis for nazhir accountability in waqf law and to reconstruct it into a nazhir accountability model that fits contemporary waqf governance based on maqāṣid al-syarīʿah. The research uses a normative legal method through legislative, conceptual, and fiqh approaches. The research corpus includes waqf regulations and rules as primary legal sources, as well as fiqh literature, scientific articles, books, and previous studies on amanah, accountability, and waqf governance as secondary sources. The analysis is done descriptively-analytically, comparatively-conceptually, and reconstructively by mapping the elements of amanah into governance accountability dimensions. The results show that amanah has normative power as an ethical foundation for waqf management, but it has not been fully operationalized in modern institutional accountability mechanisms. The reconstruction produces a Trust-Based Nazhir Accountability Model consisting of five dimensions: trust, legal, institutional, public, and welfare accountability, with maqāṣid al-syarīʿah as the evaluative orientation. This model positions amanah as a normative foundation linking legal compliance, institutional professionalism, public transparency, and welfare achievement, thus strengthening the conceptual framework for supervision, reporting, and performance evaluation of nazhir in Indonesia. Theoretically, the model integrates amanah in Islamic law with governance accountability theory and positions nazhir as an accountable trustee-manager. The study's limitation lies in the fact that empirical testing of the model and its operational indicators has not yet been conducted.

Referensi

ANTARA News. (2026, 29 Juni). Pengumpulan aset wakaf nasional tembus Rp33 triliun. https://www.antaranews.com/berita/5627229/pengumpulan-aset-wakaf-nasional-tembus-rp33-triliun

ANTARA News Bali. (2026, 29 Juni). Baru 287 ribu titik dari 451 ribuan aset tanah wakaf nasional yang tersertifikasi BPN. https://bali.antaranews.com/berita/408641/baru-287-ribu-titik-dari-451-ribuan-aset-tanah-wakaf-nasional-yang-tersertifikasi-bpn

Arif, M. (2020). Konsep Maqasid Al-Shari ‘ah Abdullah bin Bayyah. El-Faqih: Jurnal Pemikiran Dan Hukum Islam, 6(1), 18–35.

Aryana, K. P., & Yuliafitri, I. (2023). Penerapan Good Nazhir Governance berdasarkan Waqf Core Principle pada Wakaf Salman ITB. Jurnal Riset Akuntansi Dan Keuangan, 11(1), 87–96.

Badan Wakaf Indonesia. (2016). Fenomena wakaf di Indonesia: Tantangan menuju wakaf produktif (A. Fauzia, N. Almuin, T. Rohayati, & E. A. Garadian, Penulis). https://www.bwi.go.id/wp-content/uploads/2019/10/Fenomena-Wakaf-di-Indonesia-.pdf

Badan Wakaf Indonesia. (2025). Data wakaf nasional. https://apps.bwi.go.id/data-wakaf

Bovens, M. (2007). Analysing and assessing accountability: A conceptual framework 1. European Law Journal, 13(4), 447–468.

Bovens, M. A. P. (2005). From financial accounting to public accountability.

Bulutoding, L. (2024). Integrasi konsep amanah dalam shariah enterprise theory: tinjauan literatur komprehensif. Jurnal Ekonomi Syariah Pelita Bangsa, 9(01), 140–148.

Habibaty, D. M. (2017). Kompetensi Nazhir Pada Wakaf Produktif Ditinjau Dari Undang-Undang No 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf. Al-Awqaf: Jurnal Wakaf Dan Ekonomi Islam, 10(2), 154–161.

Hanuli, S. R., Taib, R., Paise, A., Salsabilah, N., & Baweting, F. (2024). Implementasi PSAK 412 dalam Laporan Keuangan Wakaf di Badan Wakaf Indonesia Gorontalo. Jurnal Mahasiswa Akuntansi, 3(3), 276–291.

Imron, M., Risnandar, Amalia, P., & Zulmiati, R. (2024). Kajian pemetaan potensi aset wakaf komersial nasional dan identifikasi sumber pendanaan pengembangan aset wakaf dalam kerangka pengembangan wakaf uang. Pusat Kebijakan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan & Center for Islamic Business and Economic Studies (CI-BEST) IPB University. https://fiskal.kemenkeu.go.id/kajian/2024/12/11/2460-kajian-pemetaan-potensi-aset-wakaf-komersial-nasional-dan-identifikasi-sumber-pendanaan-pengembangan-aset-wakaf-dalam-kerangka-pengembangan-wakaf-uang

Kahf, M. (2003). The role of waqf in improving the ummah welfare. International Seminar on Waqf as a Private Legal Body, 6(1), 1–26.

LAMPIRAN, I. (2024). Kajian Pemetaan Potensi Aset Wakaf Komersial Nasional dan Identifikasi Sumber Pendanaan Pengembangan Aset Wakaf Dalam Kerangka Pengembangan Wakaf Uang.

Mubarok, J. (2008). Wakaf produktif. Simbiosa Rekatama Media.

Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf.

Republik Indonesia. (2006). Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf.

Rispan, R., Samri, Y., Nasution, J., Islam, U., & Sumatera, N. (2025). Nazir Wakaf Profesional.

SM, A. Z. (2020). Penggantian Nazhir Wakaf Perseorangan Ke Badan Hukum Dalam Perspektif Maqashid Asy-Syari’ah (Studi di Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Kota Tasikmalaya). J. Ekon. Syariah, 5(1), 80–97.

Sulteng Kemenag. (2024, 27 Desember). Pengumpulan zakat, infak, dan sedekah tumbuh pesat di 2024, bagaimana penyalurannya? Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah. https://sulteng.kemenag.go.id/berita/y30l/27-12-2024-pengumpulan-zakat,-infak,-dan-sedakah-tumbuh-pesat-di-2024,-bagaimana-penyalurannya

Usman, R. (2013). Hukum perwakafan di Indonesia. Sinar Grafika.

Wibisono, V. F., Syamsuri, S., & Rohman, M. Z. (2022). Profesionalisme Nadzir dalam Meningkatkan Kepercayaan Wakif di Lembaga Wakaf. Jurnal Iqtisaduna, 8(2), 240–249.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-09